Aku di lahirkan dalam keluarga islam. Di besarkan dalam lingkungan islam. Wajar jika aku beragama islam.Meski demikian keluargaku dan lingkunganku bukan pemeluk islam yang taat, mereka menjalankan aturan islam aja kadarnya. Alhamdulillah sampai saat ini aku masih memeluk islam. Tapi aku mencoba menggali dan mencari layakkah islam menjadi jalan hidupku. Tentunya dengan keterbatasan kapasitasku. Apakah alasan itu obyektif atau tidak karena aku lebih dulu masuk islam, silahkan anda menilainya. Alasan2 mengapa aku memilih islam di antaranya: 1. Islam paling konsisten mengesakan ALLAH Sebagai tuhan dan tidak nensifatinya dengan sifat mahluk. Dalam benakku tuhan cuma satu, jika mereka lebih dari satu, berarti tidak maha segalanya karena ada saingannya. Karena yang satu membutuhkan yang lain. Atau ada yang berkemampuan sama dengan dia. 2.Islam di sampaikan oleh rosul dari bangsa manusia. Karena risalah islam untuk manusia maka yang menjadi panutan haruslah manusia yang bersifat manusiawi. Muhammad adalah manusia biasa yang punya nafsu, beliau juga merasakan lapar,syahwat,terluka,bahkan wafat. Maka moslem yang bersifat manusiawi punya figur yang bisa di teladani untuk mengaplikasikan ajaran islam. 3.Ajaran islam universal, komplek, dan up to date. Ajaran islam bisa dan cocok di terapkan di belahan dunia manapun, komplit dan bersifat kekinian. Sebagai contoh islam tidak hanya mengajarkan bagaimana beribadah kepada ALLAH tapi juga cara bermuamalah pada sesama manusia, cara bernegara, bahkan cara berperang. Islam mengisyaratkan mendekati kiamat pria banding wanita 1:10 sebelumnya islam menghalalkan poligami. Dan tanda2 itu semakin mendekati kenyataan. 4. Banyak keajaiban dalam al quran yang yang baru terungkap oleh ilmu pengetahuan modern. Misalnya proses perkembangan janin, anatomi tubuh, keberadaan ruang angkasa dan lain-lain. Itulah beberapa alasan yang menjadi dasar mengapa aku memilih islam. Tapi ini belumlah final karena hidup untuk mencari dan berexplorasi. Selama hayat masih di kandung badan, menuntut ilmu wajib hukumnya.