“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati Semuanya akan di minta pertanggungjawabamnya”(QS.Al isra’:36) hubungan hati dengan organ tubuh lainya laksana raja yang di kelilingi para punggawanya.Seluruh rakyat bergerak atas perintahnya. Hati adalah remot control pemegang komando. Di hati inilah anggota badan lainya mengambil keteladanan dalam ketaatan atau penyimpangan hati inilah raja mereka, segala perintah wajib di laksanakan dan menerima segala keputusanya. Setiap perbuatan mereka tidak akan lurus dan benar sebelum ada persetujuan dan niat dari hati. Hati adalah penanggung jawab dan koordinator mereka semua.. Dan setiap pemimpin pasti di minta pasti di minta pertanggungjawaban atas yang yang di pimpinya.Di karenakan kedudukan hati inilah para Salikhin mengklafisikasikan menjadi 3 jenis :pertama, hati yang suci. Yaitu hati yang terjaga dari nafsu yang menentang perintah dan lapangan ALLAH. Sehingga ia selamat dari pengabdian kepada selain ALLAH, dan mengambil hukum selain Rasulullah.seluruh aktifitasnya hanya untuk ALLAH Semata. Jika mencintai cintanya hanya karena ALLAH membenci juga karena ALLAH.Dia juga punya landasan yang kuat dalam menjadikan muhammad sebgai panutan. Dan setiap perilakunya selalu mengacu pada sunnah Rosul.”hai orang2 yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan rosulNya, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi mengetahui, (Qs al hujurat:01) jenis hati yang kedua adalah hati yang mati. Hati ini tidak pernah mengenalNYA tidak menyembah dan mencintainya. Dia lebih suka memperturutkan syahwatnya.Dia tak peduli apakah ALLAH ridho apa murka terhadap apa yang di kerjakanya. Jika mencintai dan membenci hanya berdasarkan nafsu.Ia selalu di sibukkan dengan urusan duniawi. Ia tak pernah terpanggil untuk mendatangi seruan ALLAH tentang kebahagiaan dan kenikmatan akherat. Ironisnya, justru seruan setan yang di datanginya. Karena mata hatinya telah tertup jelaga hawa nafsu ,yang menjadikanya buta serta tuli .Jenis hati yang ketiga adalah hati yang sakit. Hati yang sebenarnya memiliki kehidupan namun juga terdapat benih2 penyakit. Mendekat kepadaNya, ikhlas ,dan tawakal obat penawar hati yang sakit. Sedangkan cinta dunia, syahwat ,tamak ,gasud, takabur ,ujub adalah penyakit2 hati. Ciri pokok hati yang sakit adalah ia tidak lagi merasakan goresan pisau kemaksiatan. Ketika dia melakukan perbuatan maksiyat tak ada lagi rasa penyesalan di hatinya. Hati yang sakit jika tidak segera di obati akan menjadi hati yang mati.